Ujung Terowongan

Di episode-episode awal HunterXHunter, dalam arc Hunter Exam, ada ujiannya yang berupa berjalan (berlari) mengikuti pemandu ujian dalam terowongan yang sangaaat panjang. Peserta tidak tahu sampai sejauh manakah mereka harus berjalan, pun sudah dekatkah mereka dengan ujung terowongan (tujuan akhir ujian) tersebut. Yang mereka tahu, mereka sudah lama sekali berjalan berlari menyusuri terowongan itu, namun ujung terowongan belum juga terlihat. Satu per satu peserta gugur, tak sanggup meneruskan perjalanan. Kelelahan dan putus asa.

Konon, memang itulah tujuan ujiannya. Ujian itu bukan hanya menguji kekuatan fisik semata, namun lebih kepada ujian mental. Seberapa kuatkah peserta ujian bertahan untuk terus berlari menyusuri terowongan gelap dan panjang tanpa tahu sudah berapa jauh jarak yang mereka tempuh, atau harus berapa lama lagi mereka berlari–atau benarkah terowongan itu memang berujung? Jangan-jangan ini termasuk bagian dari ujian–menguji apakah para peserta cukup pandai untuk menyadari bahwa pemandu ujian hanyalah jebakan.
Seberapa kuat mereka tetap berpegang pada keyakinan bahwa terowongan itu pasti punya akhir, dan mereka selangkah demi selangkah mendekati “ujung” ujian itu, dan adalah kesia-siaan menghentikan langkah atau bahkan berbalik arah sekarang.

Aku juga, saat ini dalam situasi yang sama. Tidak tahu harus sejauh apa berlari, atau masih sejauh apa jarak yang belum kutempuh. Sudah dekatkah “ujung” terowongan itu? Atau masih jauhkah? Sesekali terpikir untuk berhenti, bahkan berpikir untuk berbalik arah sekarang. Namun, aku tahu akhir cerita itu. Terowongan itu memang berujung, dan Gon dan kawan-kawannya berhasil menaklukan terowongan panjang itu.
Karenanya, aku juga yakin, “terowongan” yang kujajaki ini pasti akan berakhir juga, cepat atau lambat. Penentunya, seberapa yakin diriku, dan seberapa kuat aku siap berlari lebih cepat.

image

Seputar Air Mata

 

yui+cry

Air mata emosi. Meski kebanyakan mamalia darat memiliki sistem lakrimasi untuk membiarkan mata mereka basah, manusia adalah mamalia satu-satunya yang memiliki air mata emosi.

Berguna untuk metabolisme. Air mata yang dihasilkan emosi (yaitu air mata karena menangis sedih, bahagia, atau marah) mengandung 24 persen protein albumin lebih banyak dibanding air mata karena sistem lakrimasi reguler. Protein ini berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh.

Berbeda tergantung pemicunya. Rose Lynn Fischer menemukan bahwa topografi air mata kering yang dilihat dengan bantuan mikroskop memiliki topografi yang berbeda-beda, tergantung pemicunya. Continue reading

Aside

Kotonoha no Niwa (Garden of Words)

“A faint clap of thunder, clouded skies. Perhaps rain comes. If so, will you stay here with me?”—Yukari Yukino

Saya baru saja me-rerun anime movie Kotonoha no Niwa (Garden of Words). Ini entah sudah keberapa kalinya.

covercut

Movie ini bercerita tentang dua insan yang tidak ideal sebagai pasangan. Ceritanya dinarasikan oleh Takao Akizuki, seorang siswa SMA berusia 15 tahun. Ia bertemu secara tidak sengaja dengan Yukari Yukino, seorang karyawan berusia 27 tahun.

Pertemuan mereka terjadi di sebuah gazebo dalam taman Shinjuku Gyoen dalam suasana hujan. Pertemuan tersebut menjadi dasar kisah romansa dalam movie ini.

Setelah pertemuan tersebut, mereka kembali bertemu lagi di tempat yang sama setiap kali hujan. Takao memang selalu sengaja Continue reading

1 Ramadhan 1435 H

“you may delay, but time will not ” –Benjamin Franklin

Tepat setahun lalu (in hijri calendar) saya mengambil foto langit fajar 1 ramadhan secara tidak sengaja tanpa direncanakan. Dan saya mensyukuri hal itu sekarang. Hari ini (dan seterusnya), saya tidak akan mendapatkan pemandangan yang sama lagi. Bukan, bukan karena mustahilnya mendapat cuaca yang persis sama seperti setahun lalu (walaupun tentu alasan itu juga termasuk). Alasannya, karena lahan kosong yang berada tepat depan jendela kamarku sekarang sementara dibangun gedung ruko yang entah direncanakan berapa lantai. Jelasnya, sekarang tidak ada lagi langit yang bisa diamat-amati dari jendela kamarku😥 .

Image

Image Continue reading